MENGGUNAKAN PETA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI KERUANGAN

April 14th, 2012

Menyadap materi pembelajaran Geografi dalam konteks IPS Terpadu untuk SMP/ MTs dari peta

Disiapkan Oleh : Partoso Hadi

Geografi menelaah obyeknya dalam perspektif spasial. Apapun obyeknya, semua obyek ditelaah atribut atau semantiknya beserta posisinya dalam ruang mukabumi. Oleh sebab itu, geografi menggunakan peta sebagai alat utamanya. Peta dapat berfungsi sebagai sumber data, sebagai kerangka meletakkan (ploting) data temuannya dan sebagai penyajian hasil kerjanya. Peta hasil kerja geografi berfungsi sebagai dokumen data/informasi geospasial, dan berguna untuk mengkomunikasikan data/informasi, gagasan, ide kepada pengguna. Dalam konteks pembelajaran, peta berfungsi untuk mengkomunikasikan data/informasi, gagasan, ide, konsep-konsep kepada peserta didik. Maka, seharusnya guru geografi memfasilitasi pembelajaran geografi menggunakan media utama peta sesuai dengan topik atau substansi/materi yang diajarkan sesuai amanah SK, KD dan Indikator. Demikian pula dalam pembelajaran IPS Terpadu telaah terhadap tema/materi pembelajaran dilakukan dari perspektif spasial.

 A.    ESENSI  PETA

  1. Definisi

Erwin Raisz memberikan batasan peta sebagai gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil seperti kenampakannya bila dilihat dari atas dan diberi tulisan serta keterangan bagi kepentingan pengenalan. Dari definisi Erwin Raisz, tersebut dapat kita maknai sebagai berikut :

  1. Data ( kenampakan permukaan bumi ) dipresentasikan dengan lambang yaitu symbol, yang diatur secara konvensional yaitu berdasarkan kesepakatan atau rujukan.
  2. Presentasi dengan pengecilan yaitu menggunakan skala.
  3. Gambaran permukaan bumi seperti kalau dilihat dari atas, menunjuk pada kenampakan topografik.
  4. Ditambah tulisan nama-nama geografi dan keterangan lain pada tepi peta.

International Cartographic Association (ICA) memberikan batasan Peta ialah gambaran konvensional dan selektif yang diperkecil biasanya dibuat pada bidang datar, dapat meliputi perujudan dari permukaan bumi atau benda angkasa maupun data yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda angkasa. Definisi I.C.A memberikan kelengkapan berupa :

  1. Obyek digambarkan bersifat selektif, yaitu melalui generalisasi kartografik yang dapat berupa pemilihan, penyederhanaan, penghapusan / omittance dan exegerasi, berdasarkan skala yang ditetapkan dan tujuan pemetaan.
  2. Obyek yang digambarkan dapat berupa data topografik maupun tematik baik permukaan bumi, dekat permukaan bumi maupun benda atau fenomena angkasa.

 F.J Mounkhous dan H.R Wilkinson; Peta ialah suatu perakitan terpadu atau suatu sintesa dari empat kelompok infomasi yaitu titik, garis, wilayah dan nama yang dikemukakan dalam istilah : liputan, ciri, pola, bentuk, ukuran, ketebalan, simbul dan lain-lain. Batasan tersebut diatas langsung menunjuk ke pada segi tehnik penetapan simbul dan analisis keruangan aspek persebaran data dalam jenis dan besaran serta penamaan geografiknya ( toponimy ).

            a                                                                                         b

Gambar 1  a. Presentasi bentukmedan kedalam simbol titik.  1.b. Presentasi bentukmedan kedalam simbol garis.

  1. Mengapa Peta

Geografi menelaah objek studinya dalam kaitannya dengan posisinya diruang muka bumi. Peta menunjukkan posisi absolut ( L,B dan X,Y) setiap obyek yang ditampilkan. Peta juga memperlihatkan posisi relatif obyek yang satu terhadap obyek lainnya. Bahkan unsur elevasi ( Z ) dapat diketahui dengan baik. Selain itu aspek metrik obyek, seperti bentuk, ukuran dipresentasikan bersamaan aspek semantiknya, sejauh skalanya memungkinkan.

  1. Apa saja yang ditampilkan

Ada peta yang menampilkan informasi hipsografi, hidrografi, bentang budaya ( man made ), vegetasi secara lengkap; sesuai kemampuan skalanya. Peta demikian dinamai peta umum. Peta korografi adalah contohnya. Pada skala yang lebih besar, peta topografi merupakan contoh dengan detail data yang lebih rinci. Di Indonesia peta topografi dikeluarkan oleh Topografi Angkatan Darat, sedangkan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasinoal ( BAKOSURTANAL ) juga mengeluarkan peta topografi dengan nama Peta Rupabumi Indonesia.

Sedangkan peta yang sengaja dibuat untuk menampilkan data, informasi, pesan, ide tertentu dinamakan peta khusus atau peta tematik. Peta tematik dapat menampilkan satu tema, misalnya peta tanah, peta lereng, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta curah hujan, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.

  1. Skala Sebagai Kunci

a) Untuk Membandingkan Ukuran

Setiap peta mencantumkan skala, ada yang dinyatakan dengan pecahan ( skala numerik ), ada yang dinyatakan dengan grafik dan ada pula yang dinyatakan dalam perbandingan inchi / mil ( skala verbal ). Pencantuman skala dimaksudkan agar pembaca peta mengetahui perbandingan ukuran medan ( real world yang dipetakan ) dengan ukuran gambar ( peta ).

a)                  Menyatakan Detail Informasi

Ilustrasi 1 :

 Peta topografi yang dikeluarkan oleh BAKOSURTANAL yang dikenal dengan Peta Rupabumi Indonesia, terbit dengan berbagai skala, antara lain :

v  Skala 1 : 10.000., Nomor lembar peta 8 digit  ( Mis: 1209-6229 ) Format 2’30” x 2’30” Kontur interval 5 meter

v  Skala 1 : 25.000 Nomor lembar peta 7 digit ( Mis : 1209-224 ) Format 7’30” x 7’30” Kontur interval 12,5 meter

v  Skala 1 : 50.000 Nomor lembar peta 6 digit ( Mis : 1209-43 ) Format 15’ x 15’Kontur interval 25 meter

v  Skala 1 : 100.000 Nomor lembar peta 5 digit ( Mis : 1209-1 ) Format 30’ x 30’Kontur interval 50 meter

Ilustrasi ini memperlihatkan bahwa semakin besar skala peta, detail informasi hipsografi yang dipersentasikan dengan symbol garis berupa kontur semakin rinci.

Ilustrasi 2 :

Peta Penggunaan Tanah skala 1 : 200.000. Satuan pemetaannya antara lain :

1.            Perkampungan.

2.            Persawahan.

3.            Pertanian kering semusim + perkebunan + kebun campur.

Peta Penggunaan Tanah skala 1 : 100.000 – 1 : 50.000.  Satuan pemetaannya antara lain :

1.      Perkampungan.

1.1.1                                                  Kampung.

1.1.2                                                  Kuburan.     Dan      1.1.3. Emplasmen.

2.      Persawahan.

2.1                    Sawah 2x padi setahun dan lebih.

2.2                    Sawah 1x padi setahun + palawija.

2.3                    Sawah 1x padi setahun.

2.4                    Sawah ditanami tebu / tembakau / rosella.

3.      Pertanian kering semusim

3.1                    Tegalan                      3.3     Sayuran

3.2                    Ladang.                      3.4     Bunga

4.      Perkebunan

4.1                    Karet.

4.2                    Kopi.     Dan  seterusnya, jenis lain.

Jadi peta penggunaan tanah skala 1 : 100.000 sampai 1 : 50.000 ( yang lebih besar daripada peta penggunaan tanah skala 1 : 200.000 ) detail informasi penggunaan tanahnya lebih rinci.

 

PETA GEOGRAFI UNTUK INTERNALISASI KONSEP SPASIAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SEKOLAH MENENGAH

January 31st, 2012

Oleh: Partoso Hadi

Program Studi P.Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta

hp: 082137687755

e-mail: partosohadi@yahoo.com

Abstrak

Geografi bukan ilmu segala macam. Dari kajian materi-substansi yang bermacam-macam, telaahnya selalu dari perspektif spasial; menghasilkan wilayah-wilayah geografik yang mencirikan persamaan obyek, fenomena, pola, masalah, potensi, yang ada di ruang muka bumi sebagai sebentuk persamaan obyek, fenomena, pola, masalah, potensi; dipresentasikan- ditampilkan-divisualkan dalam bentuk peta geografi. Hasil analisis spasial; deskripsi spasial, hubungan spasial, aura spasial, perbandingan spasial; juga dipresentasikan dalam bentuk peta geografi yang kerinciannya bergantung kepada skala peta. Materi pembelajaran geografi di sekolah terbentang dari litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, sampai antroposfer, seharusnya berbasis perspektif spasial pula. Maka pembelajaran geografi atas substansi apapun disampaikan menggunakan peta geografi yang relevan dengan substansinya itu. Read the rest of this entry »

ESENSI MEDIA PEMBELAJARAN GEOSPASIAL DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI

January 17th, 2012

1. Pendahuluan

1.1.   Terminologi (Baru)

Geospasial atau ruang kebumian dimaknai sebagai aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu (Pasal 1 Ayat 2 UU Nomor 4 tahun 2011). Lebih lanjut Undang- Undang ini pada Ayat 3 pasal yang sama menyebutkan bahwa Data Geospasial (DG) adalah data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi. Data Geospasial yang diolah menjadi Informasi Geospasial yang dapat diimplementasikan pada beberapa kegiatan yang berhubungan dengan ruang mukabumi. Kemudian dalam Undang-Undang pada Ayat 4 Pasal yang sama menyebutkan bahwa Informasi Geospasial yang selanjutnya disingkat IG adalah DG yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian. Read the rest of this entry »

PLPG MATA PELAJARAN GEOGRAFI

August 17th, 2010

POKOK-POKOK PIKIRAN UNTUK MASUKAN DRAF KISI-KISI

SOAL UJI TULIS PLPG MATA PELAJARAN GEOGRAFI

JENJANG SEKOLAH SMA DAN SEDERAJAT

A. Rasionalisasi :

1. Tujuan PLPG :

a) untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor lulusan pada penilaian portofolio;

b) untuk menentukan kelulusan peserta sertifikasi guru melalui uji tulis dan uji kinerja di akhir PLPG.

2. Peserta PLPG mata pelajaran geografi adalah guru geografi dengan pengalaman mengajar dalam jangka waktu tertentu.

3. Kurikulum sebagai acuan utama dalam pembelajaran, penerapannya perlu diupayakan sesuai dengan kaidah dan esensi Ilmu Geografi itu sendiri. Read the rest of this entry »

Prodi P.Geografi FKIP UNS

May 25th, 2009

MENGELOLA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNS

Membentuk Guru Profesional Spesial Beridentitas Spasial

Di Era Perkembangan Teknologi Informasi Spasial

Prodi P.Geografi FKIP UNS adalah LPTK yang mengemban amanah untuk menyiapkan guru geografi di sekolah. Geografi dengan identitas spasialnya diharapkan membekali peserta didik dengan konsep, teori geografi secara utuh sampai jenjang apapun peserta didik mengakhiri pendidikannya. Kemajuan teknologi informasi geospasial membawa dampak berupa kemudahan kepada guru untuk internalisasi konsep, teori geografi (konsep dan teori keruangan) kepada peserta didik, misalnya dalam menyiapkan media pembelajaran yang komperhensif dan terpadu. Lembaga ini mengupayakan implementasi perkembangan teknologi informasi geospasial ini pada mahasiswa.

Read the rest of this entry »

KETRAMPILAN SPASIAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI

May 25th, 2009

Geografi ialah ilmu dengan identitas keruangan atau spasial. Meskipun substansi kajiannya meliput obyek atau fenomena sosial (nampak pada human geography) dan obyek atau fenomena fisikal atau natural (nampak pada physical geography), geografi bukanlah cabang ilmu sosial maupun cabang ilmu natural. Geografi menelaah obyek sosial maupun natural secara keruangan atau spasial. Pembelajaran geografi di sekolah menengah (dengan nama pelajaran geografi) maupun pendidikan dasar (dengan nama IPS) ujung-ujungnya diharapkan memberikan bekal spatial ability atau spatial inteligence pada peserta didik.

Read the rest of this entry »

Belajar Geografi Dengan Menggunakan Peta

April 19th, 2009

Peta merupakan ciri utama geografi sehingga dalam pembelajaran geografi peta merupakan media utama untuk internalisasi konsep-konsep geografi.

geografi adalah ilmu spasial atau ilmu keruangan sehingga konsep-konsep geografi selalu berkaitan dengan aspek spasial, seperti distribusi spasial, korelasi spasial.

Berikut uraian pentingnya peta dalam pembelajaran geografi.

Read the rest of this entry »